Penggunaan PLC dan DCS Untuk Kebutuhan Industri 4.0

PLC dan DCS

Belakangan ini Industri 4.0 sedang berevolusi semakin modern mengandalkan sistem otomasi untuk
meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keamanan. Dua sistem kontrol utama yang sering digunakan adalah
PLC (Programmable Logic Controller) dan DCS (Distributed Control System). Meskipun keduanya
berfungsi untuk mengontrol proses industri, karakteristik dan penggunaannya berbeda.

Programmable Logic Control

Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah digunakan (user friendly)
yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam. Definisi
Programmable Logic Controller menurut Capiel (1982) adalah : sistem elektronik yang beroperasi secara
digital dan di desain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori
yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi instruksi yang
mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi
aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O digital maupun analog.

Penggunaan PLC dan DCS Untuk Kebutuhan Industri 4.0

Distributed Control System

Distributed Control System (DCS) merupakan sebuah sistem kontrol yang mengontrol sekumpulan
sistem-sistem bagian dibawahnya, dimana tiap bagian sistem kontrol tersebut mengontrol dan
mengoperasikan tugas kerjanya masing-masing. Sistem lebih canggih dibanding sistem kontrol seperti
PLC yang sudah dahulu umum digunakan, karena tiap bagian sistem dapat dimonitor dan dikontrol
dengan mudah pada satu operation station sistem kontrol. Sistem ini sangat berguna dan cukup banyak
digunakan di pabrik-pabrik yang memerlukan banyak sub sistem dalam operasi kerjanya.

Penggunaan PLC dan DCS Untuk Kebutuhan Industri

PLC (Programmable Logic Controller) dan DCS (Distributed Control System)

Sama-sama digunakan untuk mengontrol sistem otomatis, tapi konteks dan skalanya berbeda.
PLC biasanya digunakan untuk mengendalikan mesin atau bagian tertentu dari proses produksi. PLC
cocok untuk proses yang bersifat diskrit, artinya prosesnya on/off atau langkah demi langkah, seperti
menyalakan conveyor, menggerakkan robot industri, atau mengatur mesin kemasan otomatis. PLC
dirancang agar cepat, tanggap, dan mudah diprogram. Biasanya satu PLC mengontrol satu mesin atau
satu bagian lini produksi.

Di sisi lain, DCS digunakan untuk proses industri besar dan kompleks, yang sering bersifat kontinu atau
campuran batch. Contohnya adalah pabrik kimia, pembangkit listrik, atau instalasi pengolahan air. DCS
mengatur banyak variabel sekaligus, seperti tekanan, temperatur, aliran, dan level cairan, di seluruh
fasilitas. Sistem DCS terdistribusi, artinya kontrol dan monitoring tersebar di beberapa lokasi dengan
jaringan yang terintegrasi. Ini membuat DCS lebih handal untuk proses besar yang tidak boleh berhenti.
Singkatnya:
PLC → mengontrol mesin atau lini produksi, cepat dan spesifik.
DCS → mengontrol proses industri besar dan kompleks, handal untuk operasi kontinu.

Masih bingung menentukan PLC atau DCS yang paling tepat untuk kebutuhan sistem otomasi di industri Anda?🤔 Jangan sampai salah pilih, karena keputusan ini sangat berpengaruh pada efisiensi, keandalan, dan keberlangsungan proses produksi. Konsultasikan kebutuhan sistem kontrol Anda bersama tim kami agar solusi yang dipilih benar-benar sesuai dengan skala dan karakteristik proses di lapangan.
👉 Hubungi kami sekarang juga melalui tombol WhatsApp di pojok kanan bawah dan dapatkan arahan terbaik dari ahlinya.

Author: Reilham Riziq Al Gani