5 Jenis Partial Discharge (PD)

jenis-jenis-partial-discharge

Sebelumnya Radius sudah membahas tentang apa itu partial discharge. Pada kali ini Radius akan membahas tentang jenis-jenis partial discharge. Partial discharge ada 5 jenis yaitu:

  1. Void Discharge
  2. Corona Discharge
  3. Surface Discharge
  4. Floating Discharge
  5. Particle Discharge

Mari kita jelaskan satu persatu jenis-jenis partial discharge

  1. Void Discharge

Cacat pabrikan dalam isolasi padat. Ditemukan di Kabel, Busing, Insulasi GIS Junction. Sangat merusak isolasi. Void biasanya terus tumbuh hingga gagal. Jika PD void ditemukan, isolator harus diganti.
Sensor: UHF, HFCT, Probe Kontak, TEV

  1. Corona Discharge

Corona adalah pelepasan ke udara dari permukaan konduktor yang tajam. Corona biasanya tidak masalah selain suara dan emisi frekuensi radio. Untungnya sinyal korona memiliki banyak karakter yang jauh berbeda dari bentuk PD lainnya. Gangguan korona tidak mengganggu pengukuran PD lainnya.
Sensor: AE Ultrasonic HFCT

  1. Surface Discharge

Pelepasan di sepanjang permukaan isolasi bisa sangat merusak. Juga dikenal sebagai “perambat permukaan”. Biasanya disebabkan oleh kontaminasi atau pelapukan permukaan isolator. Ini berbeda dari corona karena cenderung melacak ke logam yang membumi. Corona keluar ke udara. Kondisi korona dapat berevolusi menjadi PD permukaan karena mereka menjadi lebih parah. Ini dapat terjadi pada semua peralatan MV dan HV. Terjadi ketika kekuatan isolasi rusak di lingkungan kelembaban tinggi. atau pemeliharaan peralatan yang buruk dapat menyebabkan fenomena ini. Kelembaban Intrusi juga merupakan penyebab umum dari PD permukaan.
Sensor: Ultrasonik dan Kontak Probe, UHF, TEV (magnitudo rendah)

  1. Floating Discharge :

Terjadi ketika konduktor pembawa beban terbuka terpapar ke permukaan konduktif lain dengan potensi berbeda yang tidak terhubung ke konduktor tersebut. Jenis: Logam ke Insulasi ATAU Logam ke Logam. Disebabkan oleh manf. cacat, harga non-grounded logam di lapangan. Floating Discharge adalah jenis PD yang paling umum. Seringkali disebabkan oleh interaksi manusia. Konduktor IE tidak diposisikan dengan benar. Benda asing atau longgar di dalam isolasi.
Sensor: UHF, AE Ultrasonik dan Probe Kontak, TEV, HFCT

  1. Particle Discharge

Terjadi pada GIS (gas SF6) dan transformator berisolasi oli. Disebabkan ketika partikel konduktif ditinggalkan di dalam sistem. Mengizinkan PD melompat dari partikel ke partikel. Disarankan untuk memurnikan dan memproses minyak atau SF6.
Sensor: UHF, Probe Kontak AE, HFCT

Itulah jenis-jenis partial discharge. Mungkin setelah setelah kalian membaca tentang jenis-jenis partial discharge akan timbul pertanyaan bagaimana mendeteksi partial discharge? apakah ada alat untuk mendeteksi partial discharge?Apa maksud dari sensor-sensor yang disebutkan tadi?

Jangan khawatir pada artikel selanjutnya Radius akan mengulas alat untuk mendeteksi partial discharge. Jadi tetap cek blog radius untuk update artikel kami.

sumber:

https://www.powermdt.com/partial-discharge-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Ngobrol
Halo, Selamat Datang Di PT. Radius Allkindo Electric
Jika ada yang ingin ditanyakan tentang produk dan layanan kami, jangan sungkan untuk bertanya :D