Preventive Maintenance Kabel Power 150 kV & 30 kV Melalui Pengujian Partial Discharge di PT Krakatau Posco

Pengujian Partial Discharge di PT KRAKATAU

Pada 23 November hingga 11 Desember 2025, tim PT Radius Allkindo Electric melaksanakan kegiatan pengujian Partial Discharge (PD) pada aset kabel power 150 kV dan 30 kV milik PT Krakatau Posco. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari preventive maintenance untuk memastikan keandalan dan keamanan sistem distribusi listrik di area plant.

Preventive Maintenance Kabel Power 150 kV & 30 kV Melalui Pengujian Partial Discharge di PT Krakatau Posco
Partial Discharge

Latar Belakang Pengujian

PT Krakatau Posco memiliki aset kabel power dengan tegangan kerja 150 kV dan 30 kV yang tersebar di berbagai plant, khususnya pada 280 titik sambungan (jointing) yang berada di bawah Divisi Energi. Secara historis, kabel-kabel ini pernah diuji Partial Discharge oleh kontraktor dari supplier kabel sebagai bagian dari layanan purna jual.
Untuk menjaga kesinambungan data preventive maintenance dan memantau kondisi aset dalam jangka panjang, PT Krakatau Posco kembali melakukan pengujian dengan metode yang sama, dan mempercayakan pekerjaan ini kepada PT Radius Allkindo Electric.

Preventive maintenance berupa pengujian Partial Discharge sangat penting, mengingat:

  • Usia pakai (lifetime) aset kabel power
  • Potensi defect sejak proses instalasi atau jointing
  • Risiko kegagalan isolasi yang dapat berdampak pada keselamatan dan operasional

Metode Pengujian Partial Discharge

Pengujian dilakukan menggunakan metode non-konvensional, yaitu:

  1. HFCT (High-Frequency Current Transformer)
    Metode ini menggunakan clamp sensor yang dipasang pada earth strap atau grounding kabel power. Data hasil pengukuran dianalisis dalam bentuk:
    • Grafik waktuPRPD (Phase Resolved Partial Discharge)PRPS (Phase Resolved Pulse Sequence)Level intensitas sinyal dalam satuan dW
    Interpretasi data mengacu pada IEC 60270 dan IEC TS 62478, di mana pola PRPD dan PRPS dengan perbedaan fase 180 derajat mengindikasikan adanya Partial Discharge.
  2. Acoustic Emission Detection
    Menggunakan alat PMDT PDStar, metode ini mendeteksi Partial Discharge berdasarkan emisi suara (akustik) yang dihasilkan oleh aktivitas PD di dalam isolasi kabel.

Kombinasi dua metode ini memungkinkan deteksi PD yang lebih akurat, sekaligus membedakan antara PD aktual dan gangguan noise.

Hasil Pengujian di Lapangan

Dari 280 titik jointing kabel power 150 kV dan 30 kV yang diuji, diperoleh tren data kondisi sebagai berikut:

  • Normal (tidak terdeteksi Partial Discharge)
  • Noise (tidak terdeteksi Partial Discharge)
  • Corona (terdeteksi Partial Discharge)
  • Surface Discharge (terdeteksi Partial Discharge)
  • Void Discharge (terdeteksi Partial Discharge)

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat sekitar 2 titik sambungan yang terdeteksi mengalami Partial Discharge pada level kritikal. Artinya, titik tersebut membutuhkan perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan risiko serius, seperti flash over atau kerusakan peralatan.

Pengujian Partial Discharge
Pengujian Partial Discharge

Analisis Penyebab Anomali

Beberapa kemungkinan penyebab terjadinya Partial Discharge pada sambungan kabel tersebut antara lain:

  • Kontaminasi isolasi saat proses jointing
  • Kondisi kelembaban yang tinggi
  • Masuknya debu atau kotoran ke dalam sambungan
  • Minimnya perawatan berkala
  • Faktor usia peralatan

Rekomendasi Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil diagnosis dan analisis, titik-titik dengan level kritikal direkomendasikan untuk segera dilakukan tindakan lanjutan, antara lain:

  • Inspeksi visual dan pengecekan detail sambungan
  • Pengujian Partial Discharge secara berkala dan lebih sering
  • Monitoring tren data PD untuk melihat kecenderungan peningkatan

Apabila tren data meningkat secara signifikan, maka diperlukan corrective maintenance atau overhaul. Pada tahap ini, dapat dilakukan pengujian offline seperti:

  • Insulation Resistance Test
  • Hipot Test

Pengujian tersebut bertujuan memvalidasi kondisi aktual peralatan.
Jika kondisi masih dalam batas toleransi, tindakan perawatan ringan hingga sedang dapat dilakukan, seperti:

  • Pembersihan (cleaning)
  • Pengencangan sambungan
  • Penambahan atau perbaikan isolasi

Namun, apabila kondisi sudah melewati batas aman, maka penggantian equipment menjadi solusi terbaik untuk mencegah risiko kegagalan sistem.

preventive maintenance pengujian Partial Discharge
Partial Discharge PT KRAKATAU

HUBUNGI KAMI

Ingin melakukan pengujian Partial Discharge, preventive maintenance aset kelistrikan, atau konsultasi kondisi kabel power tegangan menengah dan tinggi?
Silakan hubungi Tim PT Radius Allkindo Electric melalui tombol WhatsApp di pojok kanan bawah. Kami siap membantu Anda.