Apa Saja Kelas Standarisasi Helm Safety?

Apa Saja Kelas Standarisasi Helm Safety

Fungsi dari helm safety / helm pengaman tentunya untuk melindungi kepala dari bahaya cedera akibat benturan benda keras atau benda tajam. Dalam suatu pekerjaan kontruksi tentunya helm sangatlah penting dalam upaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Mengacu pada OSHA (Occupational Safety & Health Administration), helm pengaman harus dikenakan Ketika bekerja pada area yang memiliki potensi bahaya cedera kepala akibat benda jatuh. Selain itu, helm juga harus dikenakan di area kerja yang beresiko terkena sengatan listrik yang berpotensi menyentuh kepala. Ketika berada pada lingkungan ini, maka diperlukan helm pengaman yang memiliki klasifikasi tahan sengatan tegangan listrik. Biasanya pengklasifikasian helm pengaman ini sudah memenuhi kriteria umum yang ditetapkan oleh ANSI (American National Standards) dan ISEA (International Safety Equipment Association).

Didalam standar ANSI, Helm pengaman dibagi menjadi 2 kategori, yaitu tipe 1 dan tipe 2.

helm pengaman tipe 1

Helm Pengaman Tipe 1 dimaksudkan untuk mengurangi kekuatan benturan hanya pada bagian atas kepala. Bentuk benturan ini, misalnya dapat terjadi akibat palu atau paku yang jatuh dari atas. Contohnya adalah Helm MSA V-Gard.

helm pengaman tipe 2

Helm Pengaman Tipe 2 dimaksudkan untuk mengurangi kekuatan benturan lateral akibat benturan yang mungkin diterima dari luar pusat, dari samping atau ke atas kepala. Bentuk benturan ini, misalnya dapat terjadi akibat kontak dengan sudut tajam balok samping. Contoh dari Helm Pengaman ini adalah MSA Super V®, dilapisi dengan busa tebal dan memiliki tingkat suspensi kepadatan yang tinggi.

Didalam standar ANSI Z89.1-2014 Helm Pengaman juga dibagi menjadi tiga kategori : Kelas E, elektrikal; Kelas G, umum; dan Kelas C, Konduktif.

Kelas E (Elektrikal)

Helm kelas E dirancang untuk mengurangi paparan terkena tegangan tinggi, dan menawarkan perlindungan dielektrik hingga 20.000 Volt (phase to ground). Proteksi tegangan ini, bagaimanapun hanya ditujukan untuk bagian kepala saja dan bukan merupakan indikasi proteksi tegangan yang dialokasikan untuk pengguna secara keseluruhan.

jenis-jenis helm safety

Contoh dari helm pengaman ini adalah MSA Topgard®, helm ini biasa digunakan oleh pekerja yang berada pada area kerja bertegangan tinggi.

Sebelumnya dikaitkan dengan peringkat “Kelas B”, Helm kelas E juga dapat dianggap memiliki klasifikasi kelas G (Umum), karena peningkatan tingkat perlindungan tegangannya melampaui standar (lebih rendah) yang diperlukan dalam prosedur pengujian Kelas G.

Kelas G (Umum)

Helm kelas G dirancang untuk mengurangi paparan terkena tegangan rendah, dan menawarkan perlindungan dielektrik hingga 2.200 Volt (phase to ground). Sama halnya dengan Helm Kelas E, Proteksi tegangan ini, bagaimanapun hanya ditujukan untuk bagian kepala saja dan bukan merupakan indikasi proteksi tegangan yang dialokasikan untuk pengguna secara keseluruhan.

Kelas C

Berbeda dengan Kelas E dan Kelas G, Helm kelas C justru tidak dirancang untuk perlindungan terhadap sengatan listrik. Helm ini hanya dirancang untuk menahan benturan dan penetrasi saja. Contoh dari Helm Pengaman Kelas C ini adalah MSA V-Gard 500, yang tidak hanya melindungi pemakainya dari benturan, tetapi juga memberikan peningkatan sirkulasi udara melalui bahan konduktifnya (seperti aluminium) atau ventilasi tambahan.

Kapan kita harus mengganti helm pengaman?

Helm pengaman harus sudah diganti apabila sudah terlihat beberapa tanda kerusakan (retak, lubang, tingkat kekerasan berkurang). Setiap kali menggunakan helm pengaman, alangkah baiknya untuk memeriksa kondisi helm. Selain inspeksi visual, cara lain untuk menguji kelayakan helm pengaman adalah dengan meremas helm pengaman. Apabila anda mendengar suara retakan, maka itulah saatnya untuk mengganti helm pengaman.

Meskipun OSHA tidak memiliki ketentuan khusus untuk tanggal kadaluarsa, produsen diizikan untuk menentukan tanggal kadaluarsa dari peralatan yang diproduksi. Sebagai pengganti dari tanggal kadaluarsa, aturan yang berlaku pada umumnya adalah mengganti tali dagu setiap tahun dan mengganti helm pengaman setiap lima tahun. Apabila helm pengaman terkena bahan kimia yang keras dan suhu ekstrim, tentunya dapat membuat helm pengaman terdegradasi lebih cepat. Pastikan untuk memeriksa dengan produsen untuk pedoman penggantian dan pemeliharaan helm pengaman anda.

Referensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mulai Ngobrol
Halo, Selamat Datang Di PT. Radius Allkindo Electric
Jika ada yang ingin ditanyakan tentang produk dan layanan kami, jangan sungkan untuk bertanya :D