Dalam sistem kelistrikan suatu bangunan, terutama gedung bertingkat, keberadaan sistem pembumian atau grounding sangat krusial untuk menjamin keselamatan, kestabilan, dan keandalan operasi peralatan listrik. Grounding yang dirancang dan diuji dengan baik dapat melindungi manusia dari sengatan listrik, mencegah kerusakan peralatan akibat lonjakan tegangan dan meminimalkan risiko kebakaran. Selain itu, sistem grounding yang efektif juga penting dalam menjaga kualitas sinyal komunikasi dan mengurangi gangguan elektromagnetik. Oleh karena itu, evaluasi dan verifikasi terhadap resistansi tanah menjadi bagian dari perawatan dan pengawasan instalasi listrik pada bangunan modern.
Resistansi Tanah/Grounding
Resistansi tanah atau tahanan pembumian adalah ukuran seberapa baik tanah dapat menghantarkan arus listrik ke bumi. Resistansi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis tanah, kelembapan, suhu, kedalaman elektroda, dan luas permukaan elektroda yang bersentuhan dengan tanah. Semakin rendah nilai resistansi tanah, semakin efektif sistem grounding dalam menghantarkan arus gangguan atau arus bocor ke bumi.

Sistem grounding terdiri dari konduktor yang menghubungkan bagian logam dari instalasi listrik ke tanah melalui elektroda pembumian. Saat terjadi gangguan, seperti arus bocor atau sambaran petir, arus tersebut dapat dialirkan ke tanah, sehingga melindungi manusia dan peralatan dari dampak negatif.
Nilai resistansi tanah yang disarankan untuk instalasi listrik secara umum adalah < 5 ohm, namun untuk peralatan sensitif dan sistem proteksi petir, nilai < 1 ohm lebih baik. Beberapa standar yang manjadi acuan untuk sistem pembumian/grounding seperti :
- IEC 60364-5-54: Mengatur sistem pembumian dan pengikat potensial dalam instalasi listrik tegangan rendah.
- IEEE Std 142 (Green Book): Menyediakan panduan lengkap tentang perencanaan dan pengujian sistem grounding.
- NFPA 70 (NEC): Menetapkan ketentuan sistem pembumian di instalasi listrik.
Sistem Grounding Gedung Bertingkat

Pada gedung bertingkat, sistem grounding biasanya dirancang sebagai sistem terpusat yang menggabungkan grounding listrik, sistem proteksi petir, dan sistem komunikasi ke satu titik pembumian utama (main earthing terminal). Jalur grounding menghubungkan tiap lantai ke sistem utama melalui konduktor turun, dan elektroda tanah umumnya dipasang di basement atau area fondasi bangunan. Desain grounding harus mematuhi standar seperti SNI 0225:2011, IEC 60364-5-54, atau IEEE Std 142, dan nilai resistansi tanah idealnya dijaga di bawah 5 ohm untuk memastikan keandalan dan keselamatan sistem.
Pentingnya Pengujian Grounding
Pengujian grounding memiliki sejumlah alasan penting yang menjadikannya keharusan dalam instalasi kelistrikan:
- Keselamatan Personel: Grounding yang baik menghindarkan manusia dari potensi sengatan listrik akibat arus bocor.
- Perlindungan Peralatan: Menyalurkan arus gangguan ke bumi secara efisien sehingga mencegah kerusakan perangkat listrik.
- Kepatuhan terhadap Standar: Menghindari sanksi hukum dan memenuhi persyaratan inspeksi teknis dan audit keselamatan.
- Mengurangi Gangguan Sistem: Meminimalkan efek elektromagnetik yang dapat mengganggu sistem kontrol dan komunikasi.
- Kinerja Sistem Proteksi Petir: Grounding yang baik memastikan arus sambaran petir dialirkan ke tanah secara aman.
Dengan adanya pengujian, akan meminimalisir terjadinya resiko laten yang berbahaya dan mahal dalam perbaikannya. Lalu alat apa yang dapat digunakan sebagai pengujian grounding?
Earth Tester Hioki FT6041 Sebagai Alat Pengujian Grounding
Earth Tester Hioki FT6041 adalah earth tester digital yang dirancang untuk mengukur resistansi tanah dengan akurasi tinggi dan kemudahan penggunaan, cocok untuk aplikasi di industri dan gedung-gedung komersial.
Spesifikasi Utama Earth Tester Hioki FT6041
| Parameter Pengukuran | Pengukuran Resistansi TanahPengukuran Resistivitas TanahPengukuran Resistansi RendahPengukuran Ground Potential |
| Rentang Resistansi | 0 Ω hingga 300 kΩ |
| Akurasi | ±2,3% rdg. ±8 dgt. (50/60 Hz), ±1,3% rata-rata. ±4 dgt |
| Operating Temperature | -25°C hingga 65°C |
| IP Rated | IP65, IP67 |
| Metode Pengukuran | 4 Pole, 3 Pole, 2 Pole, MEC |
Earth Tester Hioki FT6041 juga memiliki fitur unggulan seperti :
- Mec Function : Mengukur Resistansi Arde Tanpa Melepaskan Electrode Arde
Fungsi ini menambah metode 3-pole dengan pengukuran arus menggunakan clamp sensor. Dengan hanya mengukur arus yang mengalir ke elektroda ground yang ingin Anda ukur, Anda dapat menghindari efek dari ground lainnya. Kemampuan ini secara signifikan dapat mengurangi jam kerja yang dihabiskan untuk pekerjaan pengukuran.

- Metode 4 Pole :Pengukuran Resistivitas Tanah Saat Mensurvei Desain Grounding
Resistivitas tanah diukur sebagai bagian dari proses desain landasan sebelum desain bangunan. Resistivitas tanah bervariasi menurut sifat geologi masing-masing lokasi. Dalam proses ini, lokasi tanah yang optimal serta bentuk, dimensi, dan karakteristik elektroda pentanahan lainnya dirancang berdasarkan resistivitas tanah yang dinilai.

- Tangguh Dalam Segala Kondisi Lingkungan
Tahan kotoran, pasir, dan hujan, perlindungan debu dan air IP67 Karena Earth Tester FT6041 dirancang untuk menjaga debu dan kotoran masuk ke dalam wadahnya, Anda dapat menggunakannya di lapangan tanpa khawatir dengan lumpur atau debu. Tahan dijatuhkan ke beton dari ketinggian 1 m.

- Modul Earth Net
Modul Earth Nets L9846 yang baru dirancang
Modul ini pada dasarnya adalah elektroda tambahan untuk permukaan datar di mana tiang pancang tradisional tidak dapat dimasukkan. Saat dibuka, dua jaring tembaga bersentuhan dengan permukaan. Cukup lakukan kontak dan tuangkan air ke atasnya untuk mengukur resistansi tanah tanpa memasukkan elektroda tambahan apa pun ke dalam tanah.

- Wireless Sistem : Transfer Hasil Pengukuran Ke Smartphone
Mentransfer pengukuran ke smartphone atau tablet Anda dan memungkinkan Anda membuat laporan dengan cepat dengan foto dan gambar lapangan. Menggunakan aplikasi Gennect Cross untuk membuat laporan dalam bentuk PDF maupun CSV file.

Metode Pengujian Grounding Menggunakan Earth Tester Hioki FT6041
Setting rotary switch ke 3 POLE Position
- Hubungkan kabel pengukuran ke terminal pengukuran (lihat gambar)

3. Hubungkan kabel hitam ke grounding electrode
- Tancapkan batang pembumian tambahan ke dalam tanah sejauh 10 m atau lebih dari elektroda pembumian dan hubungkan kabel pengukuran
- Tekan tombol pengukuran
- Lihat hasil pengukuran
Sistem grounding merupakan bagian penting dari keselamatan dan performa sistem kelistrikan, terutama pada gedung bertingkat dengan beban listrik tinggi dan kompleksitas instalasi yang tinggi. Pengujian resistansi tanah perlu dilakukan secara rutin untuk menjamin efektivitas sistem pembumian, serta mematuhi standar keselamatan nasional dan internasional.
Earth Tester Hioki FT6041 merupakan alat yang handal dan efisien dalam melakukan pengujian grounding. Dengan fitur-fitur unggulan seperti portabilitas, akurasi tinggi, serta kemudahan penggunaan, alat ini sangat sesuai digunakan oleh teknisi untuk memastikan kualitas sistem pembumian di lapangan.
Melalui prosedur pengujian yang tepat dan peralatan yang andal, risiko-risiko kelistrikan dapat diminimalisir dan operasional gedung bertingkat dapat berlangsung dengan aman dan efisien.
Author: Muhamad Nurhuda Din Nulloh
References
- IEC 60364-5-54: Low-voltage electrical installations – Part 5-54: Earthing arrangements and protective conductors.
- IEEE Std 142-2007 (Green Book): IEEE Recommended Practice for Grounding of Industrial and Commercial Power Systems.
- NFPA 70 (NEC) – National Electrical Code, 2023 Edition.
- SPLN 1:1995 – Sistem Pentanahan untuk Instalasi Tenaga Listrik.
- SNI 0225:2011 – Tata Cara Pentanahan Instalasi Listrik.
- Hioki Electric Co., Ltd. (2023). FT6041 Earth Tester Datasheet.
- Hioki Application Note: Ground Resistance Measurement Guide.

