Mengenal Tipe-tipe Partial Discharge Pada Sistem Isolasi Tegangan Menengah – Tinggi

Partial Discharge

Dalam sistem tenaga listrik tegangan menengah dan tinggi, keandalan peralatan sangat bergantung pada kualitas sistem isolasi. Gangguan kecil yang terjadi pada isolasi sering kali tidak langsung menyebabkan kegagalan total, namun dapat berkembang menjadi kerusakan serius apabila tidak terdeteksi sejak dini. Salah satu fenomena penting yang menjadi indikator awal degradasi isolasi adalah partial discharge (PD).

Partial discharge adalah pelepasan muatan listrik lokal yang hanya menjembatani sebagian dari sistem isolasi antara dua konduktor bertegangan berbeda. Fenomena ini umumnya terjadi pada tegangan tinggi dan sering kali muncul akibat ketidaksempurnaan material isolasi, kontaminasi, rongga udara, atau desain geometris yang menimbulkan konsentrasi medan listrik tinggi.

partial discharge (PD)

Menurut standar internasional seperti yang dikeluarkan oleh International Electrotechnical Commission (IEC), partial discharge merupakan indikator penting dalam pengujian dan diagnosis kondisi peralatan seperti transformator daya, kabel tegangan tinggi, generator, motor listrik, dan switchgear. Pengujian PD kini menjadi bagian integral dari predictive maintenance dan condition-based maintenance.

Corona Partial Discharge

Partial Discharge Corona (sering disebut sebagai corona discharge) terjadi ketika medan listrik di sekitar konduktor melebihi kekuatan dielektrik udara, namun tidak cukup untuk menyebabkan breakdown total antar elektroda. Fenomena ini umumnya muncul di sekitar ujung tajam konduktor, sambungan yang tidak sempurna, atau pada bagian yang memiliki radius kelengkungan kecil.

CORONA PARTIAL DISCHARGE

Karakteristik Corona:

  • Terjadi di medium gas (umumnya udara).
  • Muncul pada area dengan konsentrasi medan listrik tinggi.
  • Ditandai dengan suara mendesis, cahaya kebiruan (pada kondisi gelap), dan bau ozon.
  • Menghasilkan pulsa PD dengan amplitudo relatif kecil namun berulang.

Corona discharge sering ditemukan pada:

  • Saluran udara tegangan tinggi
  • Terminal transformator
  • Bushing
  • Peralatan dengan permukaan tidak halus
Corona discharge - Bushing

Meskipun pada sistem transmisi udara fenomena corona kadang dianggap normal dalam batas tertentu, pada peralatan tertutup (seperti panel atau transformator), kemunculan corona menunjukkan adanya desain yang kurang optimal atau degradasi isolasi.

  • Erosi permukaan konduktor
  • Produksi ozon yang mempercepat oksidasi
  • Degradasi isolasi di sekitarnya

Floating Partial Discharge

Partial Discharge Floating terjadi ketika terdapat bagian konduktif yang “mengambang” (tidak terhubung secara elektrik ke potensial tetap) di dalam sistem isolasi. Bagian ini dapat berupa serpihan logam, lapisan konduktif yang terlepas, atau komponen yang kehilangan koneksi grounding.

FLOATING PARTIAL DISCHARGE

Mekanisme Terjadinya:

  1. Bagian konduktif mengambang terinduksi oleh medan listrik di sekitarnya.
  2. Muatan terakumulasi pada permukaan objek tersebut.
  3. Ketika beda potensial antara objek dan bagian lain cukup besar, terjadi pelepasan muatan.

Karakteristik PD Floating:

  • Pulsa tidak simetris terhadap siklus tegangan AC.
  • Pola fasa (PRPD – Phase Resolved Partial Discharge) cenderung tidak stabil.
  • Intensitas dapat berubah-ubah tergantung posisi dan ukuran objek mengambang.

Kasus ini sering terjadi pada:

  • Switchgear dengan komponen longgar
  • Transformator dengan partikel logam akibat proses manufaktur
  • Kabel dengan shielding tidak sempurna

Floating discharge berbahaya karena dapat memicu percikan yang lebih besar dan berkembang menjadi flashover internal.

Void Partial Discharge

Partial Discharge Void merupakan salah satu tipe PD yang paling umum dan paling kritis dalam material isolasi padat. Void adalah rongga kecil berisi udara atau gas yang terperangkap di dalam material isolasi seperti resin epoksi, kertas minyak pada transformator, atau XLPE pada kabel.

VOID PARTIAL DISCHARGE
Partial Discharge Void

Karena konstanta dielektrik udara lebih kecil dibanding material isolasi padat, medan listrik dalam rongga akan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya. Ketika medan ini melampaui kekuatan dielektrik udara, terjadi pelepasan muatan di dalam rongga tersebut.

Karakteristik PD Void:

  • Terjadi di dalam material isolasi padat.
  • Pola PD relatif konsisten terhadap siklus tegangan.
  • Menyebabkan erosi bertahap pada dinding rongga.
  • Dapat berkembang menjadi electrical treeing.

Fenomena electrical treeing adalah proses pembentukan jalur bercabang akibat pelepasan berulang yang menyerupai akar pohon. Jika dibiarkan, jalur ini akan berkembang hingga menjembatani seluruh isolasi dan menyebabkan kegagalan total.

Void discharge sering ditemukan pada:

  • Kabel XLPE
  • Isolator resin epoksi
  • Belitan transformator

Surface Partial Discharge

Partial Discharge Surface terjadi di sepanjang permukaan material isolasi, terutama ketika terdapat kontaminasi, kelembaban, atau ketidaksempurnaan desain jarak rambat (creepage distance).

SURFACE PARTIAL DISCHARGE

Fenomena ini biasanya dipicu oleh:

  • Permukaan isolator yang kotor
  • Lingkungan lembab atau berpolusi
  • Retakan mikro pada permukaan

Medan listrik yang tinggi di sepanjang permukaan menyebabkan pelepasan muatan yang merambat mengikuti jalur permukaan tersebut.

Karakteristik PD Surface:

  • Pola pulsa sering tidak simetris.
  • Berkaitan erat dengan kondisi lingkungan.
  • Dapat berkembang menjadi tracking permanen.

Tracking adalah pembentukan jalur karbon konduktif permanen pada permukaan isolasi. Setelah jalur ini terbentuk, risiko kegagalan meningkat drastis.

Contoh aplikasi yang rentan:

  • Isolator luar ruangan
  • Panel distribusi di area industri
  • Terminal kabel pada lingkungan lembab

Pengendalian kebersihan dan desain jarak rambat yang memadai menjadi kunci pencegahan.

Partial discharge merupakan fenomena pelepasan muatan lokal yang menjadi indikator awal degradasi sistem isolasi pada peralatan tegangan tinggi. Empat tipe utama yang sering dijumpai adalah:

  1. Corona, terjadi di udara akibat konsentrasi medan listrik tinggi.
  2. Floating, muncul karena objek konduktif yang tidak terhubung dengan baik.
  3. Void, terjadi dalam rongga material isolasi padat dan sangat berbahaya.
  4. Surface, berkembang di permukaan isolasi akibat kontaminasi atau kelembaban.

Masing-masing tipe memiliki karakteristik dan mekanisme berbeda, sehingga memerlukan metode diagnosis yang tepat. Pengujian berdasarkan standar internasional dan analisis pola fasa menjadi kunci dalam mengidentifikasi sumber PD secara akurat.

Dengan penerapan pengujian berkala dan strategi pemeliharaan berbasis kondisi, risiko kegagalan besar dapat diminimalkan. Dalam sistem tenaga modern, pengelolaan partial discharge bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjamin keandalan dan keselamatan operasi.

Implementasi strategi predictive maintenance berbasis analisis Partial Discharge adalah langkah krusial dalam menjaga reliability sistem tenaga. Pastikan fasilitas Anda dilengkapi metode pengujian yang akurat dan terstandarisasi.
Diskusikan kebutuhan pengujian Partial Discharge Anda melalui tombol WhatsApp di pojok kanan bawah, dan tim kami siap membantu.

References :

  • International Electrotechnical Commission. (2000). IEC 60270: High-Voltage Test Techniques – Partial Discharge Measurements.
  • IEEE. (2013). IEEE Std 1434 – Guide to the Measurement of Partial Discharges in Rotating Machinery.
  • CIGRE. (2017). Technical Brochure on Partial Discharge Monitoring Systems.
  • Stone, G. C. (2012). Electrical Insulation for Rotating Machines. Wiley-IEEE Press.
  • Kreuger, F. H. (1989). Partial Discharge Detection in High-Voltage Equipment. Butterworth-Heinemann.
  • Dissado, L. A., & Fothergill, J. C. (1992). Electrical Degradation and Breakdown in Polymers. IET.