Jangan Terpaku pada dB: Cara Benar Mengidentifikasi Partial Discharge

Memahami Pembacaan dB pada Pengujian Partial Discharge

Partial Discharge (PD) merupakan fenomena pelepasan muatan listrik sebagian yang terjadi pada sistem isolasi peralatan tegangan menengah dan tegangan tinggi. Dalam praktik lapangan, khususnya pada pengujian menggunakan sensor UHF, TEV, atau Acoustic Emission (AE), hasil pengukuran sering ditampilkan dalam satuan dB (decibel).

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah nilai dB yang tinggi otomatis menandakan gangguan serius?

Grafik dB (decibel)

Jawabannya adalah tidak selalu. Evaluasi Partial Discharge tidak dapat dikategorikan hanya berdasarkan pembacaan angka dB saja. Diperlukan analisis yang lebih komprehensif agar diagnosis kondisi peralatan menjadi akurat dan tidak menyesatkan.

Apa Itu Partial Discharge?

Secara teknis, Partial Discharge adalah pelepasan listrik lokal yang tidak sepenuhnya menjembatani dua konduktor. PD biasanya terjadi akibat:

  • Void atau rongga pada isolasi padat
  • Kelembapan dalam sistem isolasi
  • Kontaminasi permukaan
  • Tegangan lebih (overvoltage)
  • Ketidaksempurnaan manufaktur atau aging

Jika tidak terdeteksi sejak dini, PD dapat menyebabkan degradasi isolasi dan berujung pada kegagalan peralatan seperti cubicle, transformator, atau GIS (Gas Insulated Switchgear).

Mengapa Pengukuran PD Sering Menggunakan dB?

Pada metode non-konvensional yang mengacu pada IEC 62478, sensor seperti UHF dan TEV menangkap energi elektromagnetik atau gelombang frekuensi tinggi yang dihasilkan oleh aktivitas PD.

Energi ini kemudian ditampilkan dalam bentuk level amplitudo dalam satuan dB.

Perlu dipahami bahwa:

  • dB adalah satuan logaritmik
  • dB menunjukkan intensitas sinyal relatif
  • dB bukan satuan jumlah muatan listrik

Berbeda dengan metode konvensional berdasarkan IEC 60270 yang menggunakan satuan picoCoulomb (pC) untuk mengukur besarnya muatan PD secara langsung.

Mengapa Nilai dB Tidak Bisa Dijadikan Satu-Satunya Acuan?

PD Level Monitor - PD Type Void - HFCT

PD Level Minor
PD Type Void

Berikut beberapa alasan teknis yang perlu dipahami:

1. dB Sangat Dipengaruhi Lingkungan

    Nilai dB dapat terpengaruh oleh:

    • Noise elektromagnetik sekitar
    • Switching equipment lain
    • Gangguan frekuensi radio
    • Grounding yang kurang baik

    Artinya, pembacaan 30 dB di satu lokasi belum tentu memiliki arti yang sama di lokasi lain.

    2. dB Tidak Menunjukkan Jenis Defect

    Angka dB hanya menunjukkan kekuatan sinyal, bukan:

    • Apakah PD terjadi di internal insulation
    • Apakah hanya surface discharge
    • Apakah itu corona ringan

    Untuk mengetahui jenis gangguan, diperlukan analisis pola seperti:

    • PRPD (Phase Resolved Partial Discharge)
    • PRPS (Phase Resolved Pulse Sequence)

    Pola ini menunjukkan hubungan antara aktivitas PD dan sudut fase gelombang AC (50 Hz / 60 Hz).

    3. Jarak Sensor Mempengaruhi Pembacaan

    Semakin jauh sensor dari sumber PD, semakin kecil nilai dB yang terbaca.

    Sebaliknya, sensor yang sangat dekat dapat membaca nilai tinggi meskipun sumber PD relatif kecil.

    Karena itu, standar evaluasi absolut dalam dB hampir tidak mungkin diterapkan secara universal.

    4. Gain dan Setting Alat Berpengaruh

    Perubahan pada:

    • Gain amplifier
    • Bandwidth filter
    • Sensitivitas sensor

    akan mengubah hasil pembacaan dB secara signifikan.

    Tanpa standar setting yang konsisten, perbandingan antar pengukuran menjadi kurang valid.

    Pendekatan yang Benar dalam Evaluasi Partial Discharge

    Agar hasil pengukuran Partial Discharge akurat dan profesional, pendekatan berikut lebih direkomendasikan:

    1. Analisis Pola (Pattern Recognition)

      PRPD dan PRPS membantu mengidentifikasi apakah pola tersebut konsisten dengan:

      • Internal discharge
      • Surface discharge
      • Corona
      • Noise eksternal

      Pola yang sinkron dengan fase tegangan lebih berindikasi PD nyata dibandingkan noise acak.

      2. Trending Data (Before vs After Maintenance)

      Perbandingan hasil:

      • Before maintenance
      • After maintenance

      lebih bermakna dibandingkan melihat satu angka tunggal.

      Contoh:

      • Sebelum maintenance: 28–32 dB stabil
      • Setelah maintenance: turun menjadi 10–12 dB

      Penurunan signifikan ini menunjukkan perbaikan kondisi isolasi.

      3. Korelasi dengan Inspeksi Visual & Thermal

      Evaluasi PD sebaiknya dikombinasikan dengan:

      • Thermography
      • Pemeriksaan koneksi
      • Pengencangan baut
      • Pembersihan isolator

      PD sering berkorelasi dengan hotspot atau kontaminasi.

      4. Evaluasi Frekuensi Dominan

      Jika spektrum menunjukkan dominasi 50 Hz atau 100 Hz yang sinkron dengan sistem tenaga, kemungkinan besar itu adalah PD.

      Sebaliknya, frekuensi acak bisa jadi hanya noise.

      Kesimpulan

      Pembacaan Partial Discharge dalam satuan dB tidak dapat langsung dikategorikan sebagai gangguan serius tanpa analisis tambahan.

      Nilai dB hanyalah indikator awal intensitas sinyal. Untuk menentukan tingkat keparahan dan jenis defect, diperlukan:

      • Analisis pola PRPD dan PRPS
      • Trending data
      • Evaluasi kondisi fisik peralatan
      • Konsistensi metode pengukuran

      Pendekatan komprehensif ini akan menghasilkan diagnosis yang lebih akurat, menghindari kesalahan interpretasi, serta meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik.

      Hubungi Kami !
      Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau ingin mengetahui lebih dalam mengenai alat PMDT, dapat hubungi kami sekarang melalui tombol WhatsApp di pojok kanan bawah dan dapatkan solusi terbaik untuk kebutuhan pengujian sistem kelistrikan anda!