Bagaimana Cara Menjaga Daya Baterai dan Memperpanjang Masa Penggunaan Baterai?

Cara-Menjaga-Daya-Dan-Memperpanjang-Masa-Penggunaan-Baterai

Baterai lead-acid merupakan jenis baterai yang paling banyak digunakan namun masih saja sering terjadi kerusakan yang menyebabkan berkurangnya life time dari baterai tersebut. Baterai ini Paling sering digunakan dalam Industri Manufaktur, sebagai sumber daya cadangan pengganti Genset maupun Sumber Daya Utama pada Forklift maupun kendaraan bermotor.

Dewasa ini kebutuhan akan motor di Indonesia terus meningkat. Hal tersebut menuntut industri khususnya dibidang otomotif untuk lebih meningkatkan produksi segala komponen yang menjadi bagian dari motor tersebut. Hal ini membuat perusahaan manufaktur terus menerus meningkatkan hasil produksinya dan juga kualitas dari hasil produknya. Hal tersebut dilakukan agar konsumen tetap percaya terhadap produk yang dibuat oleh perusahaan tersebut. Hal ini menuntut perusahaan manufaktur harus mampu memberikan jaminan kepada konsumen untuk meyakinkan bahwa produk yang dihasilkannya adalah produk yang benar-benar berkualiatas dengan harga bersaing dengan produk lain yang sejenis.

memperpanjang masa penggunaan baterai

Baterai adalah sebuah alat yang dapat merubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi elektrokimia oksidasi dan reduksi. Reaksi terjadi dengan perpindahan elektron dari kutub negatif ke kutub positif. Secara umum baterai terdiri dari satu atau lebih sel yang terhubung secara seri, parallel, atau gabungan seri maupun parallel tergantung output dari tegangan dan kapasitansi. Baterai memiliki beberapa komponen utama pada suatu sel yaitu:

  1. Elektroda positif (katoda) disebut juga elektroda yang mengalami oksidasi. Pada elektroda ini terjadi reaksi oksidasi melalui reaksi kimia dimana elektroda menerima elektron dari eksternal circuit dan elektroda ini akan tereduksi selama terjadinya proses reaksi kimia.
  2. Elektroda negatif (anoda) disebut juga elektroda yang mengalami reduksi. Pada elektroda ini terjadi pelepasan elektron ke eksternal circuit dan elektroda ini teroksidasi selama terjadinya reaksi kimia.
  3. Elektrolit berperan sebagai konduktor ion antara anoda dan katoda selama proses pengisian (charge) dan pengosongan (discharge).
konstruksi dan bagian-bagian baterai

Baterai tipe Lead – Acid sendiri dapat menghasilkan Daya Listrik dari Proses Senyawa Kimia Elektrolisis. Reaksi kimia pada baterai teradapat dua keadaan. Reaksi yang pertama adalah reaksi discharge atau pada saat pemakaian. Kemudian reaksi yang kedua adalah ketika di charge. Reaksi ini menyebabkan baterai dapat menghasilkan energi listrik untuk beban yang sudah disambungkan, atau menerima energi listrik saat proses charging. Reaksi kimia yang terjadi saat discharge adalah sebagai berikut :

reaksi kimia pada baterai
reaksi kimia pada baterai 2

Secara keseluruhan, reaksi pemakaian aki atau Baterai tipe Lead-Acid, membentuk PbSO4 yang memiliki sifat tidak dapat menghantarkan listrik. PbSO4 ini terbentuk pada kedua elektroda, membuat cairan elektrolit lebih encer daripada sebelumnya (terutama disekitar elektroda positif).

Jika Senyawa PbS04 ini dalam jumlah yang sangat besar maka dapat menghambat kualitas baterai untuk menghantarkan arus listrik. Fenomena dari Gejala ini juga dapat disebut Internal Resistansi Pada Baterai. Internal Resistansi pada baterai merupakan salah satu gejala yang dapat menghambat baterai untuk menghantarkan Daya atau Arus Listrik. Internal Resistansi yang tinggi pada Baterai dapat menyebabkan Menurunya Masa Hidup Baterai atau Life Time baterai. Perubahan resistansi internal ini tidak konsisten, tergantung material, suhu dan komposisi kimia dalam batterai. Perubahan internal resistansi pada saat aktifitas pemakaian baterai ini berdampak pada kapasitas discharge, drain rate dan umur baterai. Dengan melakukan internal resistance test pada baterai kita dapat mengetahui kondisi dan performa dari batterai secara cepat dan efisien.

Pengujian Identifikasi Internal Resistansi pada Baterai dapat Menggunakan Hioki Baterai Tester (BT3544) Series. Dengan Fungsi utama yang dapat langsung mengitung serta menampilkan Nilai Internal Resistansi secara Keseluruhan.

metode testing battery

Metode ini jauh lebih Efisien dibandingkan dengan Metode Capacity Test (Charge – Discharcge) yang membutuhkan waktu yang lama, maupun Density Check (Liquid Check).

Proses Identifikasi hanya berlangsung selama 5 Detik, dan dapat melakukan Pengukuran maupun pencatatan hingga lebih dari 500 Data. Alat Instrumentasi Hioki Baterai Tester ini tentunya mampu membantu Proses Predictive Maintenance menjadi lebih Cepat serta Efisien Waktu, tanpa harus menghitung kembali nilai yang terukur dengan menggunakan rumus ketika hanya menggunakan Multimeter biasa.

Battery Tester Hioki BT3554-50 Pro Kit Indonesia

Untuk lebih jelasnya informasi terkait produk ini, anda dapat lewat email cs@radius.co.id atau Whats’App klik disini

Cara Menggunakan Baterai Tester:

Artikel lain tentang baterai:

Alat Baterai Tester:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mulai Ngobrol
Halo, Selamat Datang Di PT. Radius Allkindo Electric
Jika ada yang ingin ditanyakan tentang produk dan layanan kami, jangan sungkan untuk bertanya :D